Blog terlantar

February 4, 2008

Ahmadinejad : walikota yang luar biasa

Filed under: Islamic — haris @ 5:51 am

Inspirasi tulisan in saya dapatkan setelah membaca buku biografi presiden Republik Islam Iran yang saya beli sewaktu liburan di jogja akhir bulan januari kemarin. Buku itu berjudul “Ahmadinejad! David di Tengah Angkara Goliath Dunia”.

Buku tersebut memberi banyak inspirasi dan membuka informasi kepada saya mengenai alasan Iran mengapa mereka begitu menginginkan untuk mengembangkan teknologi nuklir di negeri mereka. Selama ini alasan tersebut tidak pernah saya dapatkan dari media televisi maupun media cetak. Media-media tersebut selalu mengkhawatirkan jikalau iran mengembangkan teknologi nuklir untuk membuat senjata pemusnah masal. Padahal Iran selalu menegaskan bahwa mereka tidak membutuhkan senjata nuklir.

<!--more-->

Buku yang penuh inspirasi tersebut menampilkan pengantar dari Rosiana Silalahi, pemimpin redaksi Liputan6 SCTV. Rosiana dalam pengantarnya menceritakan mengenai pengalaman wawancaranya yang “live” dengan Ahmadinejad, namun presiden iran itu hanya minta satu pertanyaan. Rosiana bingung mengenai hal itu, wawancara eksklusiv yang direncanakan satu jam namun Ahmadinejad hanya mau satu pertanyaan. Waktu itu tim kepresidenan tidak memberitahu bahwa rencana wawancara tersebut adalah satu jam, setelah mengetahuinya presiden Iran tersebut langsung menyuruh ajudannya untuk menemui Rosiana langsung ke rumahnya di jakarta untuk menjelaskan duduk perkaranya dan meminta maaf serta memberi cindera mata khas Iran. Rosiana terkesima dengan kejadian itu dan sebaliknya memberi cindera mata berupa syal untuk Ahmadinejad. Ajudan Ahmadinejad mengatakan pada Rosiana,”jika anda melihat televisi Iran musim dingin depan, anda akan melihat presiden kami memakai syal dari anda ini”.

Pada bagian awal buku ini, diceritakan panjang lebar mengenai sejarah iran dari masa perang dunia hingga masa sebelum ahmadinejad memimpin. Juga diceritakan kisah perjalanan hidup keluarga Ahmadinejad dimana beliau berasal. Presiden Iran itu berasal dari keluarga miskin desa yang mengadu nasib di Teheran. Orang tuanya adalah tukang pande besi. Beliau terbiasa untuk hidup sederhana.

Ahmadinejad adalah sarjana teknik sipil dan meneruskan pendidikannya sehingga menjadi ahli transportasi dan tata kota. Ia menjadai dosen dan anggota dewan akademis fakultas Teknik Pembangunan Universitas Sains dan Teknologi. Ia juga melakukan aktivitas intelektual, politik dan sosial. Sehari-harinya di Teheran ia tinggal di sebuah rumah sederhana berada di ujung sebuah jalan buntu. Ia terkenal sebagai orang yang pandai bersosial dan taat beragama.

Nama Ahmadinejad baru mulai menggaung setelah terpilih menjadi walikota Teheran pada 3 mei 2003. Selama menjabat sebagai walikota beliau membuat banyak kebijakan yang bersifat relijius, populer dan kadang kontroversial. Diantaranya adalah kebijakan pemisahan penggunaan lift untuk pria dan wanita di lingkungan kantor walikota. Beliau menggandakan jumlah pinjaman lunak bagi pasangan muda yang hendak menikah dari 6 juta rial menjadi 12 juta rial. Beliau membuat keputusan untuk merubah rumah dinasa walikota yang mewah menjadi museum publik, sementara dia tinggal di rumah sederhananya di ujung gang buntu. Dia juga memperlihatkan dirinya sebagai perkeja keras dengan memperpanjang masa kerjanya dari pagi hingga menjelelang maghrib dan melanjutkan di rumahnya hingga 12 malam.

Di kantornya yang sederhana dia setiap harinya menemui puluhan warga Teheran yang datang dengan beragam keluhan dan permasalahan. Yang benar-benar dirasakan warga Teheran adalah keberhasilannya menekan jumlah kemacetan kota dengan mencopot lampu lalu lintas di perempatan besar menjadi jalur putar balik yang sangat efektif.

Dia juga sukses memperlihatkan sosok walikota yang sederhana, ringan tangan melakukan kewajibannya dan tak sungkan merasakan sendiri beban masyarakat. Di kalangan pegawai walikota, namanya menjadi bahan perbincangan yang tak ada habisnya setelah dia beberapa kali mengenakan pakaian pembersih jalanan untuk menunjukkan solidaritasnya. Seringkali dia turun dari mobil bututnya sekadar untuk membersihkan selokan yang mampet.

Pola pemerintahan Ahmadinejad yang merakyat ini sempat membawanya ke medan perseteruan dengan presiden iran kala itu terkait dengan keterlambatan presiden untuk menghadiri rapat di Teheran. Presiden mengatakan keterlambatannya diakibatkan kemacetan di Teheran. Ahmadinejad sebagai walikota mengomentarinya dengan mengatakan untunglah jika kita punya presiden yang baru kali ini merasakan problematika seharian rakyat.

Setelah 2 tahun menjabat walikota Teheran, ahmadinejad termasuk dalam finalis pemilihan walikota terbaik dunia World major 2005 dari 550 nominasi yang dari asia hanya 9 orang.

1 Comment »

  1. suatu sikap yang patut dicontoh buat para birokrat di indonesia dengan mengutamakan kewajiban terlebih dahulu

    Comment by wira — February 21, 2008 @ 7:08 pm | Reply


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: